Dana Alokasi Khusus (DAK) Di SMP Negeri dan SD,Satu Kecamatan Simpang Pematang Di Duga Bermasalah

Iklan

Mesuji Lampung, Targetkasus.com –
Program Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan tahun anggaran 2020 di Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, Lampung yang di kucurkan untuk pembangunan gedung baru maupun rehabilitasi gedung sekolah, di sejumlah Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga kurang berkualitas.

Hal tersebut terjadi diduga lemahnya pengawasan dari dinas terkait, sehingga akan berdampak buruk bagi kualitas bangunan yang dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

Dari hasil investigasi awak media beberapa waktu lalu, ditemukan adanya pemakaian bahan material yang digunakan diduga tidak memenuhi standar pemakaian dan menyimpang dari petunjuk tekhnis semestinya. seperti, penggunaan material keramik, pelavon, dan kayu.

Adapun sejumlah SD dan SMP di Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji yang mendapatkan kucuran DAK pada tahun ini diantaranya.

SD Negeri 8 Simpang Pematang dengan volume kegiatan rehabilitasi empat ruang kelas dengan pagu anggaran Rp. 460.000.000.

SD Negeri 11 Simpang Pematang jenis kegiatan pembangunan ruang guru 1 unit Rp. 185.000.000.

SD Negeri 1 Simpang Pematang jenis kegiatan rehabilitasi 1 ruang kelas Rp. 115.000.000.

SD Negeri 9 Simpang Pematang pembangunan 1 ruang UKS Rp. 65.000.000.

SD Negeri 10 Simpang Pematang pembangunan 1 ruang UKS Rp. 65.000.000.

SMP satap 1 Simpang Pematang pembangunan gedung ruang labolatorium komputer Rp. 550.000.000.

Ironisnya, setelah beberapa kali tim media berkunjung ke sekolah-sekolah tersebut pada akhir-akhir ini, tidak satupun kepala sekolah maupun panitia pembangunan sekolah yang berhasil di temui guna untuk dilakukan konfirmasi.

Sementara, Dinas terkait maupun pengawas, juga belum berhasil dikonfirmasi lantaran berulang kali di hubungi seolah tak memberi respon.

Menanggapi Hal tersebut, Sekretaris Jenderal Lembaga Pemantau Tindak Pidana Korupsi (LP-Tipikor) Provinsi Lampung, Junerdi Ds, berharap terhadap sejumlah pihak terkait agar segera mengambil langkah guna memberikan tindakan tegas terkait permasalahan ini.

“Diharapkan kepada pihak terkait, terutama dinas pendidikan Mesuji untuk segera turun ke beberapa lokasi pembagunan yang diduga tidak sesuai petunjuk tekhnis sehingga kurang berkualitas,” Ucapnya.

Masih kata Junerdi, jika hal seperti ini tindak ada tindakan serius maka di khawatirkan akan berdampak buruk bagi kualitas pembangunan dan berpotensi merugikan negara.

“Padahal pemerintah telah menganggarkan dengan pagu anggaran yang cukup besar, dengan kata lain, jika mengacu kepada petunjuk tekhnis semestinya seharusnya hasil pembangunan itu sudah sangat maksimal. Sebab, jika bangunan yang terkesan asal jadi maka akan berdampak buruk kedepannya, oleh karena itu jika terbukti tidak sesuai petunjuk tekhnis maupun RAB kami harap dapat di bongkar dan di kerjakan ulang hingga sesuai dengan ketentuan semestinya,” tukasnya.

Penulis : Junerdi
Editor : Anang Bandri

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai