Keluarga (Sp) Gelar Konfrensi Pers,dan Klarifikasi Atas Pemberitaan Media Online Terkait Insiden Penganiayaan Terhadap Wartawan Diterminal Km 32 Ogan Ilir

Iklan

Target kasus.com, Indralaya -Pihak Keluarga Dari SP, status terlapor, Undang Awak Media
Untuk Kompirmasi dan klarifikasi. terkait berita dari Media Vasadnews.com dan Sultanmudajaya.com, beberapa waktu yang lalu.

Menurut keluarga terlapor atas nama Inisial SP. menuding, apa yang diberitakan oleh media Vasadnews.com dan Sultanmudajaya.com adalah tidak benar, semua itu Hoak dan Fitnah tujuannya untuk menjatuhkan nama baik SP dan keluarga kami,” Ujar Mirza.

Mirza juga menyebutkan, sebelum menaikan berita kedua media Tersebut tidak pernah mengkonfirmasi dan Klarifikasi terhadap SP dan keluarganya, seharusnya menurut Mirza sebelum menaikan berita  harus konfirmasi dan klarifikasi terlebih dahulu, itu etika seorang Jurnalis sesuai dengan Etika komunikasi persuasif dan seperangkat aturan-aturan dalam mempraktik kan komunikasi persuasif agar tidak menjadi propaganda,” ujarnya lagi.

“Dalam praktiknya, saat komunikasi persuasif dilakukan maka komunikator tidak diperkenankan untuk merima laporan sepihak, yang sengaja diungkapkan oleh Korban yang Berinisial MD untuk menonjolkan kesan tertentu,yang dengan sengaja di sampaikan secara salah, dibelokkan, tanpa bukti yang benar tapi tidak ada hubungannya untuk mendukung suatu pernyataan atau mengesahkan sesuatu,” sebut keluarga Terlapor Sp.

Tidak diperkenankan secara sengaja menggunakan alasan yang meragukan atau tidak masuk diakal (tidak logis).

Tidak diperkenankan menyatakan diri sebagai ahli pada subyek tertentu, padahal bukan ahlinya. Tidak diperkenankan juga mengaku telah diberi informasi oleh ahlinya padahal tidak.

Berdasarkan Undang-Undang ITE ini adalah pencemaran nama baik terlapor dan juga keluarga terlapor. apa lagi menurutnya SP tidak sama sekali membawa MD ke suatu tempat yang MD sendiri tidak tahu, apa lagi sampai SP melakukan pemaksaan terhadap MD,untuk menanda tangani surat yang isi nya MD sendiri tidak bisa baca karna mata nya tidak bisa melihat pada saat tanda tangan surat Perdamaian, kedua bela pihak antara Sp dan MD. Seperti yang di diberitakan kedua media yang suda beredar beberapa hari yang lalu.

.”Lebih lanjut kata keluarga Sp pada saat melakukan perdamaian itu kami ada saksi dan bukti rekaman.

Keluarga SP juga menegaskan bahwa apa yang di beritakan oleh Media Vasadnews.com dan SultanmuJaya.com adalah Hoak dan Fitnah berdasarkan UU ITE
Undang-undang Nomor 11 tahun 2008, Jo UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008, Bagi penyebar hoax, dapat diancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE) yang menyatakan “Setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik Dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” tegas,Mirza

Mirza meminta agar kedua media segera meralat berita tersebut dan membersihkan Nama baik SP dan keluarga karena segala sesuatu harus sesuai dengan Fakta dan Proses hukum yang ada. Kami sebagai keluarga Dari terlapor tidak terima dengan pemberitaan itu.dalam hal ini kalau tidak ada permintaan maaf secara terbuka dari kedua media terebut di atas maka kami dari keluarga Terlapor, akan membawa permaslahan ini ke rana hukum.karna ini pencermaran nama baik kami juga dari keluarga Terlapor.” tutup Mirza.

Penulis : Tim Sumsel
Editor : Anang Bandri

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai