Klarifikasi Pemberitaan Terkait Insiden Penganiayaan Terhadap Wartawan Di Terminal Km 32 Ogan Ilir

Iklan

Indralaya – Targetkasus.comSP salah seorang mantan pegawai Samsat Ogan ilir, membantah atas pemberitaan terhadap dirinya. Yang di lansir oleh media online VasadNews.com dan sultanmudajaya.com dimana dalam pemberitaan tersebut bahwa dirinya, Sp  telah melakukan pengeroyokan
atau penganiayaan terhadap salah seorang wartawan.yaitu Made sri sluke dan di katakan juga bahwa Sp, membawa secara paksa, Made ke suatu tempat yang tak jelas.menurut keterangan Made pada media yang tersebut di atas.”

Bantahan tersebut disampaikan SP sebagai klarifikasinya dan disampaikan dalam konferensi pers yang digelar, rabu (11-11-2020) dikediaman SP

.”Lanjut.” Sp. memastikan tidak merasa melakukan pengeroyokan terhadap wartawan yang diberitakan itu, ada pun insiden yang sebenarnya terjadi.” Menurut Sp. berdasarkan versi Sp, yakni.satu lawan satu tidak ada pengeroyokan. korban pun mengadakan perlawanan pada saat aksi kejadian tersebut.

Selain itu, Sp juga membantah jika diri nya dan kawan-kawan di sangkakan membawa korban ke suatu tempat yang tidak diketahui oleh korban. Memang ada usai kejadian itu saya dan korban secara bersama sama menujuh kerumah saya.dan kami pun suda bicarakan hal ini ,secara baik baik. untuk melakukan perdamaian Ujar Sp.
Kepada Awak Media.

.”Insiden yang terjadi antara,ia Sp, dan korban- dilatar belakangi persoalan hutang Piutang, yang suda hampir satu tahun belum dibayar oleh korban,terhadap SP yang berjumlah,Rp 4,000000,- empat juta rupia.Ungkap SP.

.”Dalam hal ini SP ada saksi.pada   saat menyerahkan uang tersebut kepada korban pada hari Minggu malam senin tgl 20-oktober -2019. Bertempat di-Warung Seberang kantor Samsat Ogan ilir.

Masih menurut Sp,Usai kejadian
Pada insiden tersebut pelaku dan korban mengadakan pembicaraan secara baik-baik
dan saling mengakui ke sala pahaman ini. Karna sebelum kejadian itu pelaku dan korban
adalah teman baik, sehingga dengan kejadian ini mereka sama-sama memaklumi dan di anggap sala paham.kemudian hasil dari mupakat kedua bela pihak mengadakan perdamaian
Di rumah Sp. Dalam perdamaian itu pun tidak ada unsur paksaan. dari pihak manapun. Selain itu pada saat Perdamaian tersebut ada dasar fakta dan bukti rekam video pada handphone SP.

Pada saat Perdamaian itupun dilakukan secara terbuka dan secara kekeluargaan, saat Perdamaian itu juga di hadiri oleh warga setempat juga saksi-saksi,dan turut mengetahui ketua RT dan ,juga hadir dua orang anggota polisi dari polres Ogan ilir Indralaya.
Selain itu perdamaian kami tulis di atas Metrai 6000 katanya.

“Lebih lanjut Menilai berita yang dibuat oleh media tersebut yang disampaikan oleh korban kepada wartawan media onlin diatas. SP anggap adalah fitnah atau pencemaran nama baik terhadap SP, dan dinilai Tendensius tidak berimbang karna tidak melakukan konfirmasi tanpa ada penjelasan keterangan lansung dari SP sebelum meng exposes berita yang akan di publikasikan atau di terbitkan..

Terakhir,” Sp Minta kepada Media online yang telah melansir berita yang menyangkut namanya untuk merevisi ulang atas pemberitaan yang sudah menyebar di khalayak ramai karna ini di anggap oleh SP suda pencemaran nama baik. Dan SP juga meminta kepada Dewan Pers melalui Serikat Perusahaan Pers (SPS) untuk memberikan sangsi tegas kepada Media cetak maupun online agar menyajikan berita yang tidak berimbang serta jelas sumber nya, dan dapat di pertanggung jawabkan hasil dari konfirmasi berita tersebut.”tutup SP. (TIM SUMSEL).

Editor : Anang Bandri

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai