Sekolah Agama Tingkat Dasar Di Kawasan Perbatasan Aceh Tamiang,Sumut Butuh Lahan Baru

Iklan

Aceh Tamiang – Target Kasus

Luas lahan bangunan pendidikan dasar Islam di Kebun Tiga, Kampung Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang yang berukuran 400 meter persegi, pihak penyelenggara pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Aceh Tamiang meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar memfasilitasi pengadaan lahan baru disekitar kawasan Jembatan Timbang/Unit Pengawasan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Semadam.

Saat ditemui, Kepala MIN 10 Aceh Tamiang, Ery Afriyansyah, S.Pd kepada awak media ini, Senin (02/11/20) mengatakan bahwa luas keseluruhan sekolah MIN 10 ini hanya bisa dibangun 6 RKB (Ruang Kelas Belajar) dan 2 Ruang Kantor, satu ruang untuk Staf TU (Tata Usaha) dan satu ruang pimpinan dan dewan guru.

“Kendala di sekolah MIN ini, atau sebenarnya bukan kendala namun masalah ketersediaan lahan. Karena tidak punya lahan yang luasa sehingga tidak bisa menambah RKB, dan harapan kami agar ruang dewan guru itu khusus tidak seperti sekarang yang begitu prihatin dengan kondisi ruangan yang begitu sempit,” ujar Ery menjelaskan.

Terkait pengadaan lahan, Kepala MIN 10 berharap kepada Pemda Aceh Tamiang agar dapat mempertimbangkan pengadaan lahan baru unruk dibangun RKB dilokasi yang baru, meski secara struktural MIN 10 berada dibawah koordinasi Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kab. Aceh Tamiang. Namun Kepala MIN 10 yakin dan percaya Bupati bersama Jajaran Forkompimda akan berbuat yang terbaik demi kelangsungan pendidikan Islam ditingkat dasar.

“Setelah kami diskusikan bersama dewan guru dan komite sekolah, lahan baru yang cocok dibangun sekolah MIN 10 yaitu RKB, Ruang TU dan Ruang dewan guru yaitu di depan Kantor Jembatan Timbang/UPPKB Semadam. Dan permohonan pengadaan lahan untuk MIN 10 ini,pernah juga kami diskusikan bersama Pimpinan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) dan jawabannya, pihak MPD bersedia membantu hingga terwujud, itu janjinya, yah kita berharap agar terealisasi,” ujar Ery optimis.

Keinginan Kepala MIN 10 yang ingin memiliki lahan baru tersebut masih terkendala karena lahan yang diinginkannya lahan HGU (Hak Guna Usaha) perusahaan perkebunan yang beroperasi di Aceh Tamiang. Namun Ery Afriyansyah optimis bahwa pihak perusahaan perkebunan pasti punya keinginan dan niat yang baik demi pendidikan Islam tingkat dasar, dengan melepaskan lahan yang diperkirakan kebutuhan untuk dibangun sekolah MIN 10 yang baru sekitar kurang lebih 1 hektar.

“Jumlah Murid MIN 10 yang ada saat ini berjumlah sebanyak 200 orang, yang kami wanti-wanti setelah pandemi covid-19 ini berlalu, jumlah anak didik ini akan terus bertambah sehingga dikhawatirkan RKB yang ada tidak dapat menampung. Kemudian pihak perusahaan perkebunan juga baru-baru ini melepaskan sebagian lahannya untuk dibangun Pusat Terpadu (Pustu) Kesehatan Masyarakat dan bangunannya telah selesai dibangun dan persisnya berada di depan sekolah MIN ini,” jelas Ery mengakhiri.

Terkait keinginan Kepala MIN 10 Aceh Tamiang yang meminta Pemda menyediakan lahan untuk dibangun RKB dan kebutuhan ruang lainnya, awak media ini, Senin sore (02/11/20) mencoba mengkonfirmasi Bupati namun tidak dapat terjadwal karena kegiatan Bupati yang padat pada hari pertama kerja. Begitu juga dengan Kepala Kantor Kemenag Aceh Tamiang yang tidak bisa ditemui karena jadwal rapat bersama stafnya yang tiada henti.
Laporan/rilis : Rico fahrozal
Editor : Anang Bandri

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai