Beban Besar Jubir Covid-19,Kabarkan Aceh Tamiang Zona Merah dan Munculnya Kluster Baru.

Iklan

Aceh Tamiang – Target Kasus.com

Sudah 7 bulan lamanya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang laksanakan press release perkembangan covid-19 di Bumi Muda Sedia julukan Aceh Tamiang.

Terhitung sejak 18 Maret 2020 hingga hari ini, Rabu (21/10/2020) pun masih terus dilakukan demi transparansi data perkembangan covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang.

Jubir Gugus Tugas Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, S.STP, M.Si pun menceritakan suka dukanya setiap menyampaikan press release perkembangan covid-19.

“Beban besar menjadi seorang Juru Bicara (Jubir) Covid, kala mengabarkan bahwa daerahnya masuk redzone dan munculnya beberapa kluster covid19 bahkan ada yang meninggal,” ujar Devita.

Bahkan Ia mengatakan pada awal-awal merebaknya kasus positif covid-19 di Bumi Muda Sedia, tracing kasus dapat dilakukan hingga 7 kasus dalam sehari.

Dan itu sangat cukup melelahkan bagi tim Gugus Tugas Aceh Tamiang dalam melakukan kegiatan tersebut.

“Melihat yang sakit harus karantina sendiri tanpa keluarga, dan korban yang meninggal dikuburkan dengan protkes juga tanpa keluarga,” ungkapnya.

Devita berharap, jangan sampai terjadinya kelelahan bagi tim Gugus Tugas Aceh Tamiang dalam melakukan kegiatan yang belum diketahui kapan berakhirnya.

“Semoga musibah ini cepat berlalu.. aminn, ayoo…tingkatkan imunitas tubuh dan lakukan 3 M, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker,” harapnya.

Tak lupa juga, Ia meminta dukungan kepada rekan-rekan media untuk membantu dalam pemberitaan agar masyarakat tidak panik dan tetap mematuhi anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Karena betapa sedihnya kita kalau kasusnya nggak berhenti-berhenti ini. Saya kira kasusnya sudah mau berhenti, malah kasusnya tambah lagi, jangan juga bosan-bosan, kadang-kadang ada juga yang bilang sama saya sudah patuhi protokol kesehatan tapi tetap aja kasusnya nambah. Jadi pesan saya jangan putus asa, tetap patuhi protokol kesehatan,” pintanya.

Laporan : Rico Fahrizal

Editor : Anang Bandri

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai