Aparat Gagalkan warga Muara Merang Ambil Kayu Sitaan Negara,di Sungai Kepayang.

Iklan

Musi banyuasin-TARGETKASUS.COM

Aparat yang sedang menghadang upaya penyelundupan kayu sitaan negara lewat sungai di Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir.

Bayung Lencir, Musi Banyuasin -beberapa orang warga Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir diduga nekat ingin mengambil atau membawa kayu – kayu sitaan negara yang berada di Kawasan Hutan di Desa Muara Merang, namun usaha tersebut dapat gagalkan oleh petugas TNI dan Keamanan PT Rimba Hutani Mas (PT RHM), Kemarin, juma”at (16/10) sekira pukul 18.00 wib.

Dari informasi yang di dapat, beberapa orang tersebut sudah sempat merangkai kayu yang diperkirakan mencapai 70 m³ Meter Kubik. Diduga oknum tersebut merupakan warga Desa Kepayang yang dikomandoi seseorang bernama Edison alias Son sebagai pengurus, beserta 6 rekannya. Kayu-tersebut akan di bawa lewat jalur air, hampir ada yang lolos namun aparat berhasil menghentikan ketika perahu yang menarik kayu melewati jembatan.

Hal itu di benarkan oleh ketua RT 22 Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir, Tarmizi. Bahkan menurutnya pihaknya memang bekerjasama membantu ke tujuh warga Desa Kepayang dengan kesepakatan 20 Kubik kayu tersebut akan diperuntukkan kepentingan umum di Desanya yakni untuk membangun Mushola dan Dermaga.

“Kami juga berada di posisi itu beserta pemilik kayu mencoba mengeluarkan kayu, tapi aparat TNI dan Perusahaan masih tetap tidak membolehkan, kayu itu sudah lama bahkan sudah di potong-potong menjadi papan persegian lainnya. Kayu tersebut memang terletak di Desa Muara Merang namun kayu ini milik warga Desa Kepayang, kami tidak tahu nama-namanya tapi pengurusnya Son atau Edison,” Kata Tarmizi.”

Tarmizi juga menambakan, pihaknya sudah meminta ijin keberbagai pihak terkait untuk mengeluarkan kayu tersebut, namun menurutnya pihak perusahaan tetap tidak mengijinkan.

“20 Kubik untuk kepentingan Desa, 50 Kubik untuk 7 orang pemilik kayu warga Kepayang, Son Selaku pengurusnya, kayu sudah keluar namun masih diikat depan pos kanal 25 PT RHM,” ungkapnya.

Sementara pihak PT RHM ditanyai terkait adanya penggagalan usaha penguasaan sitaan negara terhadap aktivitas ilegal loging di tahun 2016 tersebut. Menjelaskan bahwa kayu tersebut bukan kayu milik PT RHM, namun merupakan sitaan negara ditahun 2016.

“Para Oknum ini mencoba menguasai kayu dengan berbagai cara, bahkan berdalih kayu tersebut merupakan kayu limbah. Mereka membuat surat kesana kemari mengatasnamakan kayu limbah, padahal di dalam sungai itu mana ada kayu limbah, mereka minta ijin ke Keamanan PT RHM membawa surat yang mengatakan pengangkutan kayu limbah tapi kami tidak mengijinkan, itu kan kayu sitaan negara,” ungkap Adi KP dari PT RHM.

Danramil Bayung Lencir, Suprayitno di klarifikasi soal oknum warga yang berupaya mengambil kayu sitaan negara tersebut mengatakan bahwa memang anggotanya menggagalkan upaya pencegahan oknum warga yang hendak mengeluarkan kayu sitaan negara tersebut.

“Benar kami amankan, kami hanya menggagalkan upaya mengeluarkan kayu. Memang sudah ada penutupan kanal, nanti akan simbolis penutupan kanal tersebut, sekaligus sosialisasi kepada warga oleh Dandim,” tutupnya.

Laporan : Heriyanto Kute
Editor : Anang Bandri

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai