Harga Karet di Sumatera Selatan Meningkat Naik.

Iklan

SUMATERA SELATAN–
Targetkasus.com.

Harga Karet, naik perkebunan, perkebunan kelapa sawit, perkebunan teh, perkebunan nusantara hasil panen karet petani di Sumatera selatan dan harga karet komoditas unggulan masyarakat sumsel , sejak sepekan terakhir terus merangkak naik di kisaran Rp. 18.000/kg

.”Kabar gembira bagi petani karet di Sumsel. Pasalnya, harga komoditas unggulan masyarakat Sumsel ini, sejak sepekan terakhir terus merangkak naik. Bahkan, penetapan harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen, Selasa ,15-10,menembus angka Rp18.063 per kilogram. Harga tersebut merupakan harga tertinggi sejak awal tahun ini.

Dinas perkebunan Sumsel, melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP), Rudi Arpian mengatakan, meski bergerak fluktuatif, namun harga karet dalam sepekan terakhir terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada 7 Oktober, harga karet bergerak naik sebesar Rp334 dari hari sebelumnya menjadi Rp16.991 per kilogram. Trend tersebut terus naik hingga akhirnya mencapai Rp18.063 per kilogramnya.

Kepada media 15-10 Rudi menerangkan, ada beberapa hal yang memicu kenaikan harga karet dunia yang berdampak terhadap harga di dalam negeri. Diantaranya, ketatnya pasokan karet alam akibat produksi karet alam dunia mengalami penurunan selama tiga bulan terakhir.

“Hampir seluruh negara produsen karet, produksinya tengah mengalami penurunan akibat situasi cuaca yang tidak menentu. Kecuali  Vietnam,” katanya.

Selain itu, pasar mobil di China tumbuh selama empat bulan berturut-turut. Sebabnya, ada stimulus yang kuat dari pemerintah setempat serta pemulihan yang kuat terhadap permintaan kendaraan komersial. “Kondisi ini menyebabkan adanya permintaan yang tinggi untuk komoditas karet dari negara tersebut guna memenuhi kebutuhan industrinya,” ungkapnya.

Tak hanya China, negara tujuan ekspor lain seperti Amerika, Eropa dan Jepang sudah mengalami peningkatan, lantaran industri dalam negerinya yang sudah mulai bergeliat. “Hampir seluruh negara sudah memulai industrinya. Sehingga permintaan karet alam cukup tinggi. Sementara pasokannya mulai berkurang,” katanya

Trend positif harga karet diprediksi akan terus terjadi hingga akhir tahun mendatang. Hanya saja, kondisi dapat berubah sebagai respon terhadap pemilihan Presiden Amerika Serikat, 3 November mendatang.Sementara itu harga karet di tingkatan petani atau di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) , harga rata-ratanya saat ini Rp9.000-9.500 per kilogrtam.”tutpnya.
Laporan : Tim Sumsel
Editor : Anang Bandri

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai