TIM CYBER CRIME MABES POLRI AMANKAN PENYEBAR BERITA HOAX TERKAIT UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA,OMNIBUS LAW

Iklan

JAKARTA – TARGETKASUS.COM
Perempuan berinisial VE (36) di Makassar ditangkap Tim Cyber Crime Bareskrim Polri. VE ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran berita bohong atau hoax mengenai omnibus law UU Cipta Kerja.
Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan tim menangkap VE di Makassar pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Menurut dia, penyebaran hoax disebut melalui akun Twitter VE. VE kemudian diterbangkan ke Jakarta dan kini diproses hukum.

Berikut 4 hal tentang penangkapan @videlyae diduga sebar hoax omnibus law:
Ditangkap dan Jadi Tersangka

VE ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran berita bohong atau hoax mengenai omnibus law UU Cipta Kerja.

“Dengan adanya hoax yang beredar kemudian tim dari Cyber Crime Mabes Polri yang dipimpin oleh Brigjen Slamet Uliandi dan tim akhirnya melakukan pelacakan, dan penyelidikan akhirnya menemukan, berita palsu atau hoax ternyata pelaku ng-upload, jadi setelah kita cek berada di Sulawesi Selatan, di daerah Makassar, lokasinya,” ujar Argo dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (9/10/2020).

Menurut dia, VE diduga melakukan penyebaran yang tidak benar, itu ada di Twitter-nya @videlyae.

“Seorang perempuan berinisial VE, 36 tahun warga Kota Makassar, setelah kita lakukan penangkapan di sana kita bawa ke Jakarta, kemudian kita lakukan pemeriksaan. Selanjutnya dari hasil pemeriksaan, memang benar yang bersangkutan melakukan postingan, menyiarkan berita bohong di akun Twitternya yang menyebabkan ada keonaran di sana,” papar Argo.

VE pemilik akun Twitter @videlyae terkait hoax UU Cipta Kerja. @videlyae diduga menyebarkan hoax, 12 pasal UU Cipta Kerja yang membuat masyarakat terprovokasi.

PELAKU PENYEBAR HOAX UU CIPTA KERJA SEORANG WANITA

“Kemudian 12 pasal itu yang disebarkan yang di mana pasal-pasal itu adalah contohnya uang pesangon dihilangkan, kemudian UMP-UMK dihapus , dan semua cuti tidak ada kompensasi dan lain-lain. Semua nya ada 12 yang sudah beredar sehingga masyarakat terprovokasi,
.”Argo menegaska sebenar nya isi UU Cipta Kerja tidak seperti yang disebarkan @videlyae.

“Tapi, setelah kita melihat bahwa dari undang-undang tersebut, ternyata ini adalah hoax dia karena tidak benar seperti apa yang telah disahkan oleh DPR,” kata Argo.

“Motifnya, yang bersangkutan merasa kecewa karena dia tidak bekerja, karena (itu) dia membuat hoax tersebut,” kata Argo.

Dari tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti SIM card dan tangkapan layar posting-an di akun @videlyae. Tersangka ditangkap di Makassar,Sulawesi Selatan.

Akibat mengunggah hoax soal omnibus law UU Cipta Kerja, VE terancam pidana 10 tahun penjara. Polisi menjerat VE dengan pasal penyebaran berita bohong.

“Ini ancaman pidananya maksimum 10 tahun,” tegas Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2020).

Argo kemudian menjelaskan VE dijerat pasal 14 ayat 1 dan 2; dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
Barang bukti yang disita polisi dari tangan pelaku adalah sebuah ponsel dan kartu SIM ponsel dengan nomor 082189022047.

Sumber : Humas Mabes Polri

EDITOR : ANANG BANDRI

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai