Projo Aceh Tanggapi Keluhan Warga Desa Mangsang dan Desa Muara Merang Menuntut Tidak Adanya Plasma Dari PT Pinang Witmas Sejati.

Iklan

MUSI BANYUASIN-Targetkasus.com
Salah satu Lembaga atau Ormas projo bersipat sukarela,terbuka dan berperan aktif
Dalam menyikapi keluhan dari masyarakat Desa Mangsang dan desa muara Merang kecamatan Bayung Lencir kabupaten Musi Banyuasin.

.”Dalam hal seperti yang di alami oleh warga desa mangsang dan desa Muara Merang,terkait tidak adanya Plasma yang di realisasikan
Oleh PT PINANG WITMAS SEJATI untuk
Warga mangsang dan warga desa Muara Merang.

Selanjut nya Pak Dedi salah satu dari PROJO ACEH,yang dijumpai oleh warga mansang dan warga muara Merang.
Menyangkut tidak adanya penyelesaian komplik antara PT pinang Mas dan warga masyarakat sampai saat ini suda beberapa kali masyarakat berkoordinasi pada Lembaga dan pihak terkait namun sangat di sayangkan belum ada titik terang atau respons dari PT tersebut.

Sehingga warga masyarakat menuntut keadilan kemana dan pihak mana yang bisa menuntaskan persoalan ini
Sehingga masyarakat tidak merasa di Zolimi oleh Pihak perusahaan yang terkesan hanya mencari keuntungan sendiri.

Dalam menyikapi permasalahan ini PROJO ACEH dan Sakwan juga di dampingi kuasa hukum FERARI dan YLBH,garuda kencana indonesia,siap membantu dan mencari keadilan untuk masyarakat,desa mangsang dan desa muara merang.

Menurut,sahwan selaku ketua FORUM masyarakat desa muara merang,aturan perkebunan,dari masa kemasa,walau ada perubahan namun tetap ada hak-hak masyarakat yg harus di penuhi,penting nya kemajuan berkelanjutan,antara lain produktivitas kelapa sawit.

Pengembangan pertama,PIR,berdasar kan keputusan presiden  RI. No 11,tahun 1974, tentang repelita 11,mengatur pola PIR-BUN,dengan bantuan bank dunia pada,1980 an,program NUKLEUS ESTATE SMALLHOLDER (NES) melibat kan perusahaan perkebunan negara-PTPN) maka sejak awal pembukaan kebun kelapa sawit sudah direncanakan dan di persiap kan dengan baik,dari regulasi.

pemerintah dan petunjuk teknis pelaksanaan nya,karena pola PIR,di era presiden suharto pernah menggap gagasan yang bagus ,mengenai program pola,PIR yang berhasil mewujudkan trilogi penggarapan ,maka pelaksanaan PIR  ditingkat kan dengan anggaran pemerintah,dan melibat kan perusahaan swasta,namun implementasi nya baru bisa dilakukan setelah keluar intruksi presiden No 1 tahun 1986,tentang pembangunan perkebunan pola,PIR trans,kebijajan ini di susul terbit nya,surat keputusan menteri pertanian,no,333/kpts/KB,510/6/1986,tentang tata cara pembangunan perkebunan dengan pola  PIR-Trans,

Aturan di Era presiden SUHARTO sudah menekan perusahaan melalui pola pir-trans,kata sahwan,perkebunan,PT.PINANG WITMAS SEJATI.tidak pernah memberikan hak-hak demikian untuk masyarakat di desa tersebut,bahkan kalau di pertanya jika ada pertemuan ,pihak perusahaan mengatakan PT PINANG WITMAS SEJATI memang tidak ada plasma,selain itu pihak perusahaan,minta di siap kan lahan sendiri kalau mau ada plasma.”

.”Terakhir masih menurut Sakwan harapan kami sebagai warga masyarakat dan putra daerah kepada Instansi terkait agar kiranya dapat menyelesaikan duduk permasalahan antara masyarakat desa muara Merang dan desa Mangsang terhadap pihak perusahaan PT pinang Witmas sejati ini.”Ttutup Sakwan.

Laporan : Sakwan

Penulis : Anang Kecik

Editor ; Anang Bandri

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai