Cuma Mengurus Data Kependudukan Warga Selat Penunguan Yang Terlantar Hingga 5 Hari.

Iklan
Banyuasin-Targetkasus.com

MIRIS Warga Selat Penuguan lima Hari Terlantar untuk menuggu proses mengurus data kependudukan.

.”Pemerintah Kabupaten Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati H.Askolani Jasi SH. MH dan  Wabup Slamet sukses meraih penghargaan pelayanan terbaik dari pemerintah pusat sampai saat ini terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat  sesuai dengan program yang dicanangkan sebelumnya yaitu 7 Program Banyuasin Bangkit salah satunya yaitu Program Banyuasin Terbuka,

.”Sayang nya disisi lain masih ada saja oknum-oknum yang diduga berani meremehkan dan melalaikan pelayanan terhadap masyarakat 
Salah satunya pelayanan terhadap Minan bin Miran (48) warga desa Penuguan Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Sumsel,pada awak media Minan menuturkan bahwa,” ia sudah 4 hari bermalam di emperan Kuliner Pangkalan Balai menunggu proses KTP dan KK belum di Online kan/selesai

.”Bermula. MINAN akan mengurus pencairan Bpjs Ketenagakerjaan istrinya yang bekerja pada PT. HINDOLI atas nama Sani (38 thn) binti Sarbiah dikantor Bpjs untuk itu harus membawa KTP dan KK yang sudah Online, betapa terkejutnya karena KTP dan KK yang dicetak di Uptd Disdukcapil Kecamatan Selat Penuguan ternyata tidak Online,”ucapnya.

Saat ditanyakan di Ka Uptd kecamatan Selat Penuguan saya disuruh kembali ke Disdukcapil Kabupaten Banyuasin menemui nama Marhun operator disana namun sampai di Disdukcapil tidak bisa ditemui dan ditelpon berkali-kali tidak pernah di angkat, lalu ke bagian Pelayanan bertemulah dengan Pak Samsul setelah bertemu bukannya dilayani malah diusir keluar dengan begitu kasarnya dan disuruh pulang,” ungkapnya

Minan juga menambahkan,” kami  sangat kecewa sekali dengan Pelayanan di Capil Pangkalan Balai ini,kami kan orang bodoh pak tidak ngerti apa-apa harusnya diberi petunjuk dan dilayani dengan ramah bukan untuk diusir layaknya hewan,kami akan bertahan sampai besok hari jum’at diemperan kuliner ini untuk menunggu KTP dan KK online, karena uang kami sudah habis tinggal 50 ribu lagi untuk biaya ongkos pulang pergi,makan dan minum selama disini, terakhir jual hp Android seharga Rp 200 ribu untuk biaya makan dan minum kami,” tuturnya.

Indo Sapri Ketua Jpkp Kabupaten Banyuasin terkait hal ini angkat bicara,”  Saya sangat mengecam keras atas tindakan oknum-oknum pegawai Disdukcapil Kabupaten Banyuasin yang lamban dalam pelayanan apalagi mengusir warga yang akan berurusan ketika hal ini bisa dibuktikan,meminta kepada Kepala Disdukcapil Kabupaten Banyuasin untuk menegur bila perlu memecat oknum tersebut,” tegas Indo Sapri

.”Saya berharap agar Pelayanan dan fasilitas Disdukcapil ditingkatkan lagi dan kedepannya kejadian serupa jangan sampai terulang lagi bagi warga yg sudah terlanjur datang jauh-jauh dari kecamatan manapun agar dilayani dengan ramah dan ber ETIKA karena pelayanan di Uptd tiap-tiap Kecamatan kami amati belum begitu maksimal,” tandas.

Editor :Anang Bandri
  

Anang Badri

." JERNIH MELIHAT." CERMAT MENCATAT."

Mungkin Anda Menyukai